Implementasi Biogas rakyat di desa

Standar

Seandainya, setiap desa disediakan 4 hektar lahan yang dibagi menjadi 2 hektar lahan untuk tanaman buat makanan sapi, 1 hektar buat kandang sapi dan tempat bermainnya, dan satu hektar lagi buat instalasi biogas dan lahan untuk pengolahan pupuk. Setelah itu gas nya dialiri ke rumah rumah warga.

1. Masalah bahan untuk memasak warga, tidak direpotkan dengan kenaikan elpiji.
2. Ketersediaan Pupuk untuk pertanian di desa tersebut.
3. Warga juga bisa makan daging, jika sapi jumlahnya sudah melibihi kuota.
4. Sayuran sayuran bisa ditanami dengan tumpang sari di lahan makanan untuk sapi itu, sehingga warga dengan mudah untuk m3ndapatkan untuk bahan sayur mayur mereka.
5. Bahkan jika jumlah sapi terus berkembang, bisa menjadi penghasil sapi2 untuk kebutuhan daging nasional.

Beberapa masalah sudah teratasi, tinggal pengelolaannya bgmn. Investor bisa dicari misalnya dari CSR perusahaan pengeruk hasil bumi spt tambang minyak, batubara, dan lainnya. Atau pemerintah mau memikirkan hal sperti itu, ya bagus sekali.

Cara ini mungkin sudah diterapkan di beberapa lokasi di Indonesia, termasuk yang sudah dilakukan oleh Yayasan Komunitas Sasak di Desa Bunmudrak, Lombok Tengah.

Semoga desa-desa di Indonesia memulai Mandiri, bukan hanya menunggu dana 1,4 milyar yang dijanjikan itu. Indonesia harus dimulai dari rakyatnya sendiri, perangkat terkecil di pemerintahan yaitu rt, rw/kadus, dan kepala desa. Hingga sampai ke presiden.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s