Refleksi Perayaan Tahun Baru Masehi

Standar

Tahun baru masehi atau maupun tahun baru hijriyah sama saja, yang Masehi mengikuti peredaran perputaran bumi terhadap matahari (Asyamsi), sedangkan hijriyah lebih kepada mengikuti peredaran Bulan (Al-qomar).

Dua duanya merupakan tanda waktu buat kita yang hidup di bumi ini, Saya lebih tidak setuju kalau mengaitkan tahun baru masehi merupakan tahun barunya orang nasrani, tapi tahun baru masehi ini merupakan tahun barunya semua manusia yang tinggal di bumi ini.

Namun, perayaannya harusnya lebih kepada Muhasabah diri terhadap catatan kehidupannya di tahun ini, dan menuliskan atau merencanakan utk tahun berikutnya supaya lebih baik.

Bukan, perayaan yang hura hura, bakar petasan, bakar kembang api, tiup terompet atau hal hal konyol yang tidak ada artinya sama sekali. Apalagi sampai mabuk mabukan, berzina dengan pacarnya, sabu-sabuan, suntik suntikan narkoba dan kemaksiatan lainnya. Yang artinya, mereka telah menyambut dan memulai kehidupan di tahun berikutnya dengan kemaksiatan dan hal hal yang buruk.

Mari jaga keluarga kita, yang sebagai Ayah yang sudah punya anak perempuan yang dewasa hendaknya jangan dibiarkan keluar, adakan kegiatan di dalam rumah yang lebih bermanfaat, jangan sampai anak anak kita menjadi korban kemaksiatan dan apalagi sampai jebol duluan sebelum nikah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s