Berpikir Positif

Standar

PositiveThinkingAda sebuah cerita di sebuah Rumah sakit jiwa ada 2 orang pasien yang sering bersama, namanya mabel dan doni , pada suatu ketika si mabel terjatuh ke kolam dan mangap-mangap karena dia tidak bisa berenang. Dan pada saat itu si doni melihat mabel yang tenggelam langsung saja nyebur ke kolam dan menolong si mabel untuk naik ke atas kolam.

Pada keesokan harinya si doni dipanggil oleh dokter di rumah sakit jiwa tersebut. Pak dokter mengatakan kepada doni “mulai besok kamu sudah boleh keluar dari rumah sakit jiwa ini, karena saya melihat kamu sudah waras. Akan tetapi yang saya sayangkan si mabel mati karena gantung diri”. Dengan percaya dirinya doni mengatakan kepada dokternya “Oh itu pak dokter, saya yang menggantung mabel”….

Mungkin dari cerita diatas kita dapat menyimpulkan bahwa, pak dokter berfikir positif terhadap tindakan warasnya si doni yang menolong mabel, dan pak dokter berfikir karena sebab itu si doni sudah waras.

Berfikir positif  sangat dianjurkan, karena dengan berfikir positif otak akan merasa ringan dan tenteram. Akan tetapi berfikir positif saja belum cukup, haru diiringi dengan tindakan positif, kebiasaan yang positif dan tujuan yang positif.

Islam juga mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka/berfikir positif dan semaksimal mungkin untuk menjauhi buruk sangka/berfikir yang negatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s