Jakarta Yang Menangis di Musim Hujan dan Marah di Musim kemarau

Standar

jkt-jakarta-national-monument_bMonas yang selalu kokoh di tanah jakarta, walau hujan walau panas, dia tidak pernah merasakan dingin di musim hujan ataupun kepanasan jika datang musim kemarau.

Tapi beda yang akan dirasakan oleh Jakarta itu sendiri, dia akan menangis jika musim hujan dan marah di musim kemarau.

Menangis karena dia kedinginan karena banjir yang terus menggenanginya, menangis karena jalan-jalan yang baru saja diperbaiki sudah ambruk lagi dan bolong-bolong, menangis karena tidak tega melihat penduduknya yang terus mengungsi dan kehilangan harta bendanya baik karena hanyut dibawa sungai atau rusak karena terendam air.

Marah karena marasa kepanasan, kota-nya tak tersusun rapi, pohon-pohon sangat sedikit, dan marah karena penduduknya terus marah karena merasakan  jakarta seperti mesin OPEN yang memanggangnya.

Aduhai jakarta, Ibu kota negara tercintaku Indonesia. bisakah dikau kembali menjadi tempat yang nyaman dan teduh bagi penduduk-mu. Atau pelan-pekan dikau akan menyuruh keluar pendudukmu yang tidak tahan akan kesemrawutan dirimu.

Aku tidak tahu 2 atau 3 tahun ke-depan, kayaknya Jakarta sudah kehilangan satu Kota Madya nya yaitu Jakarta Utara, yang sudah mulai hanyut dan terendam oleh laut. Tapi semoga saja tidak, semoga Pak Kumis dan Konco-konconya sudah mulai melakukan pencegahan.

Jakarta-ku, Aku tidak tahu apakah aku juga akan kau suruh keluar dari tempatmu ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s