kasus monas dan AKKBB

Standar

Kejadian monas hari minggu tanggal 1 Juni yang diprovokasi oleh ???? (siapa kira2 yak?) menginginkan terjadinya perang saudara antara FPI dan GP Ansor NU. tahu kenapa??? Tanya kenapa!!! dan juga kejadian ini bertujuan membelokkan perhatian masyarakat terhadap kenaikan harga BBM…. lihatlah sekarang, media-media semua menyiarkan masalah Monas dan pertikaian antara FPI dan GP Ansor… sedangkan syetan2 provokator itu sedang ketawa-ketiwi seperti setan yang telah sukses menggoda manusia, syetan berkata “aku berlepas diri dari apa yang telah kamu kerjakan”… (Alqur’an Surat : ….)

Lihatlah, banyak pendemo dari AKKBB yang dibayar, si asep mengungkapkan bahwa dirinya dibayar untuk berdemo. Seperti yang diberitakan oleh Hidayatullah.com :

Hidayatullah.com—Asep (30) seorang pemuda Matraman, Jakarta mendatangi Habib Rizieq di kantornya, Jalan Petamburan, Jakarta Barat. Pria yang mengaku anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Asep mendatangi markas FPI untuk menyampaikan penyesalanya ikut aksi di Monas.

“Saya menyesal dan insyaf dan tidak mau demo lagi. Saya juga tidak mau dendam terhadap laskar Islam,” ujar Asep kepada wartawan di Markas FPI Petamburan, Jakarta Selasa siang (3/6).

Mengenakan kaos biru dan kedua tanganya masih diperban, Asep menjelaskan, perihal keikutsertaan dalam aksi di Monas, Ahad (1/6) lalu.

Menurut Asep, dirinya hanyalah pemuda kampung yang tidak mengetahui tentang AKK-BB. Sebab, dirinya saat melakukan demo hanya dibayar.

“Saya dibayar 25 ribu untuk aksi ini dan ditambah 15 ribu karena luka-luka,” ungkapnya.

Pria lugu ini tak tahu-menahu jika AKK-BB merupakan pihak yang mendukung Ahmadiyah. Saat dirinya di taman air mancur Monas, dirinya dan temannya, Junaidi untuk ikut aksi AKK-BB. Akhirnya, dirinya dan temannya pun langsung mengiyakan ajakan anggota AKK-BB.

Kedatangan Asep ke kantor FPI setelah bertemu temannya. “Saya ke sini setelah bertemu Nouval. Saya insyaf, ” ujar Asep. “Kami bersama dari rerekan -rekan laskar lain telah meminta maaf kepada Asep dan telah menyiapkan dokter ortopedi. Sebenarnya masih ada sembilan orang lagi, yang siap mengaku karena dibayar oleh AKK-BB,” ujar Habib Rizieq. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com)

Lucu saat ini, yang sebelumnya Ahmadiyah yang akan dibubarkan, sekarang FPI yang akan dibubarkan duluan. Oon banget sih!!! pasti dibalik semua ini ada orang pinter yang jadi provokatornya… siapa kira-kira ya!! Ada yang tahu??

4 responses »

  1. Ada kesaksian dari Anggota JIL :

    Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
    Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.

    Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.
    Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
    Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

    Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan.

    Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.
    Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai.
    Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.
    Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,
    1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
    2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
    3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
    4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

    Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.

    Salam

    Nong Darol Mahmada
    nong@isai.or.id

  2. hati-hati kawan,,,,,,tulisan ini juga menyesatkan, belum tentu benar,,,,,,,,,saya juga bisa kok nulis begini, memang mengacaukan itu lebih mudah bung !

    Salam

  3. Benar kata saudara Tomy, saya malah khawatir kalau ternyata tulisan di atas juga buatan orang AKKBB juga untuk memfitnah FPI kembali biar benar-benar dibubarkan.

    Maksudnya begini: Mereka membuat tulisan di atas dan sengaja mengalamatkan bahwa tulisan ini punya mbak nong darul mahmada, kemudian setelah itu mereka pura-pura melakukan klarifikasi, dan ternyata nong darul tidak mengakui bahwa ia pernah menulis demikian. Nah dengan demikian orang-orang malah menuduh balik bahwa anggota FPI lah yang membuat tulisan itu untuk memojokkan atau memfitnah AKKBB. dan fitnahnya ini tergolong besar, yaitu memfitnah Presiden bersekongkol dengan JIL untuk berkhianat pada rakyat.

    Akhirnya nanti, FPI kena fitnah lagi dan jadi benar-benar di bubarkan, na’udzubillah. tapi semoga dugaan saya ini tidak benar. Kita lihat saja apa yang terjadi….

  4. Di acara wawancara TVOne ada Pak Ahmad Michdan bawa-bawa surat ini. Saya pikir ini bisa jadi blunder, seperti gol bunuh diri lah…
    Malah nanti kalau ini diangkat akan ada kesan pengalihan isu, dari isu kekerasan ke isu surat menyurat ga jelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s