Ajaran Baru

Standar

Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah ajaran baru yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan di Media Elektronik maupun Media Massa.

Ahmad Moshaddeq adalah Nama Pimpinan ajaran tersebut, yang menklaim dirinya sebagai Rasul Baru, Para Pengikut ajaran ini sudah mencapai 41.000 orang di seluruh Indonesia.

berikut sekilas tentang Ajaran Al-Qiyadah Ali-Islamiyah :

Pada 4 Oktober lalu, MUI mengeluarkan fatwa sesat terhadap Al-Qiyadah karena tidak mewajibkan shalat lima waktu kecuali shalat malam. “Aliran ini dianggap sesat dan menyesatkan,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin yang didampingi Ketua Komisi Fatwa KH Anwar Ibrahim, Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI H. Utang Ranuwijaya.

Menurut Moshaddeq, syahadat kepada Al Masih Al Maw’ud (Ahmad Moshaddeq) tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti halnya, ajaran Musa yang dimurnikan kembali oleh Isa. Moshaddeq mengaku dirinya mendapat perintah dari Allah untuk menyatakan kerasulannya dan memurnikan ajaran Musa, Isa dan Muhammad atau Din Al-Islam melalui mimpi setelah bertapa selama 40 hari 40 malam di salah satu villanya di Gunung Bunder, Bogor pada 23 Juli 2006.

Moshaddeq adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah DKI Jakarta yang dulunya membidangi Olahraga. Ia mengaku aktif di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sebelum membentuk Al-Qiyadah, Moshaddeq mengaku turut membangun KW-9 Negara Islam Indonesia (NII). “Panji Gumilang itu nggak ada apa-apanya,” ujarnya. Ia menganggap Kartosuwiryo adalah nabi dan mengagumi disiplin para pengikut KW-9. Namun, 10 tahun di NII tidak membuat dirinya puas sehingga ia keluar.

======

Buku Ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah Beredar di DIY Cetak E-mail
BANTUL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY mensiyalir, jamaah Al Qiyadah Al Islamiyah yang dinyatakan sebagai ajaran sesat telah menerbitkan sebuah buku yang memuat tentang ajaran mereka. Diperkirakaan buku yang dicetak sejak bulan Februari lalu ini telah beredar luas di wilayah Yogyakarta.

Sekretaris MUI DIY, Achmad Muhsin Kamaludiningrat mengungkapkan buku berjudul ‘Ruhul Kudus Yang Turun Kepada Al Masih Al Ma’ud’ setebal 192 halaman ini memuat tentang kisah Micael Muhdas yang dikatakan mendapatkan wahyu di Gunung Ijo, Bogor. Disebutkan bahwa Micahel Muhdas diangkat menjadi nabi dengan nama Al Masih Al Ma’ud.

“Buku ini memuat tentang ajaran mereka dan kisah Al Masih Al Ma’ud mendapatkan wahyu,” terangnya Jumat (21/9/2007). Ajaraan jaamah ini selain tidak mewajibkan puasa lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan, syahadat yang mereka ucapkan juga menganti nama Nabi Muhammad dengan Al Masih Al Ma’ud, nabi yang mereka percayai.

Lebih jauh, Achmad Muhsin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui seberapa jauh penyebaran buku dan pengikut dari jamaah ini. Hanya saja pihaknya menyakini buku ini dicetak dalam jumlah yang banyak.

“Saya sendiri baru mendapatkan foto kopinya. Dalam buku itu ada gambar Micahel yang berada diatas gunung dihadapan orang banyak dengan dua sayap. Dari wajahnya seperti wajah orang barat,” terangnya.

Lebih jauh, Achmad Muhsin mengungkapkan saat ini draft fatwa MUI ini tengah digodok oleh Komisi Fatwa MUI DIY. Selain memberikan fatwa sesat kepada ajaran ini, dalam fatwa tersebut juga mengharapkan masyarakat yang terlanjur terpengaruh dengan ajaran ini untuk kembali masuk ke Islam.

Sementara nantinya MUI meminta pemerintah untuk melarang ajaran ini, menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh Qiyadah Al Islamiyah dan pelarangan peredaran buku Ruhul Kudus ini

=====

Al Qiyadah Menggelar Pengajian di Hotel
Liputan6.com, Jakarta: Ratusan pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah menggelar pengajian bersama di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (24/10) malam. Ini menunjukkan bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah yang dinyatakan sebagai aliran menyimpang dan menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia masih tetap beraktivitas seperti biasa.

Pengajian tadi malam dihadiri pimpinan Al Qiyadah Al Islamiyah, Ahmad Mushaddeq, yang menobatkan diri sebagai rasul utusan Allah. Dalam pengajian itu, para jemaah menyatakan kesetiaannya kepada rasul mereka yang bergelar Al Masih Al Maw’ud.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Mushaddeq menyatakan tidak gentar atas dikeluarkannya fatwa MUI tersebut. Dia menyatakan, akan tetap menyebarkan ajaran yang diyakininya sebagai suatu kebenaran hakiki. Sang rasul juga menyatakan siap menanggung segala resiko, termasuk kemungkinan menghadapi tuntutan hukum atas penodaan agama

Al Qiyadah Al Islamiyah dianggap menyimpang karena menganggap Nabi Muhammad SAW bukan sebagai nabi terakhir. Aliran ini juga tak mewajibkan umatnya menjalankan salat lima waktu, berpuasa, maupun ibadah haji lantaran dianggap belum turun perintah Allah untuk menjalankan itu. Mereka juga beranggapan saat ini baru memasuki periode Mekah dengan ajaran pokok menegakan aqidah Islamiyah.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s